Health Jiwa

Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Berada di Lingkungan Toxic

  • January 18, 2026
  • 3 min read
Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Berada di Lingkungan Toxic

Kita-Sehat.id, Jakarta – Kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh lingkungan tempat seseorang berinteraksi setiap hari, baik di keluarga, tempat kerja, maupun lingkar sosial atau pertemanan. Lingkungan yang terasa menekan, tidak suportif, atau membuat seseorang terus berada dalam kondisi tertekan secara emosional dapat berdampak pada keseimbangan psikologis jika berlangsung dalam jangka panjang.

Psikiater dr. Hilda Marsela, SpKJ dari RS Dr. Soeharto Heerdjan menjelaskan bahwa memahami kondisi kesehatan mental diri sendiri menjadi langkah awal yang penting sebelum seseorang mengambil keputusan terkait lingkungan yang dirasa tidak sehat.

Tanda-Tanda Seseorang Memiliki Kesehatan Mental yang Baik

Menurut dr. Hilda, kesehatan mental dapat dikenali dari beberapa kemampuan dasar yang tampak dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang pertama, mereka mampu mengenali apa kelebihannya atau potensinya, dan mereka mengembangkan potensinya tersebut,” tutur dr Hilda, dikutip dari kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Minggu (18/1).

Kemampuan mengenali dan mengembangkan potensi diri menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental. Selain itu, seseorang yang sehat secara mental juga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.

“Yang kedua, mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Lingkungan itu bisa dari pekerjaan atau keluarga.”

Ciri berikutnya adalah kemampuan untuk tetap produktif dan menjalankan peran sehari-hari.

“Yang ketiga, mereka mampu bekerja atau mampu produksi sesuatu.”

Tidak hanya fokus pada diri sendiri, kesehatan mental juga tercermin dari kemampuan seseorang untuk berkontribusi pada lingkungan sosial.

“Yang keempat, mereka juga mampu berkontribusi terhadap masyarakat di sekitar.”

Terakhir, dr. Hilda menegaskan bahwa orang dengan mental sehat bukan berarti bebas dari stres, melainkan mampu menghadapinya.

“Dan kelima, mereka mampu menghadapi stres non-stop dalam kehidupan sehari-hari. Jadi kan stres itu dalam kehidupan sehari-hari ya, kayak kita lagi ngantri, itu kan termasuk stres.”

Ketika Lingkungan Mulai Terasa Toxic

Lingkungan menjadi tidak sehat secara psikologis ketika seseorang merasa terus-menerus tidak nyaman, tertekan, atau cemas. Namun, tidak semua kondisi itu memungkinkan seseorang untuk langsung keluar, terutama jika berkaitan dengan pekerjaan atau keluarga.

Dalam situasi tersebut, dr. Hilda menekankan pentingnya bertahan dengan cara yang tepat.

“Yang harus kita lakukan ya bertahan dan adaptasi. Jadi bertahan itu ada syaratnya juga diimbangi dengan adaptasi.”

Bertahan tanpa strategi justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan mental.

Adaptasi dengan Mengendalikan Respons Diri

Menurut dr. Hilda, adaptasi tidak selalu berarti mengubah keadaan, melainkan mengelola respons diri sendiri.

“Bisa beradaptasi dengan cara kita mengatur atau mengendalikan respons diri kita sendiri. Kita udah enggak bisa mengubah keadaan.”

Salah satu bentuk adaptasi yang dapat dilakukan adalah mengenali apa yang membuat diri merasa lebih nyaman saat mengalami stres.

“Ada beberapa hal yang bisa kita coba untuk beradaptasi, misalnya mencari tahu apa sih yang bikin kita tuh nyaman ketika lagi stres, coba cari solusinya.”

Komunikasi atau Menetapkan Batasan

Jika memungkinkan, komunikasi dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketidaknyamanan.

“Mungkin dengan komunikasi ke orang yang membuat kita nggak nyaman itu.”

Namun, dr. Hilda juga menegaskan bahwa tidak semua situasi dapat diselesaikan melalui komunikasi.

“Atau hal-hal yang bikin kita nggak nyaman itu emang nggak bisa dikomunikasikan, beri batasan atau jarak. Bahasa sekarang boundaries ya.”

Menetapkan batasan menjadi langkah penting, terutama ketika seseorang belum bisa keluar dari lingkungan tersebut.

“Kalau memang kita belum bisa keluar dari kecemasan tersebut dalam lingkungan pekerjaan atau keluarga.”

Menjaga Kesehatan Mental sebagai Prioritas

Menghadapi lingkungan toxic membutuhkan kesadaran, kesiapan, dan strategi yang tepat. Dengan memahami tanda-tanda kesehatan mental yang baik, mengelola respons diri, serta berani menetapkan batasan, seseorang dapat menjaga keseimbangan emosinya tanpa harus mengambil keputusan secara terburu-buru.

Dalam setiap pilihan—bertahan maupun menjaga jarak—kesehatan mental tetap perlu ditempatkan sebagai prioritas utama.

About Author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *