Mengenal Gejala Virus Nipah yang Sedang Merebak di India
Kita-Sehat.di, Jakarta – Banyak orang mulai mencari informasi tentang gejala virus Nipah, menyusul temuan kasus infeksi virus yang disebabkan oleh kelelawar itu di India. Virus Nipah termasuk patogen prioritas dunia dengan tingkat kematian yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa infeksi virus Nipah dapat menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari tanpa gejala hingga gangguan pernapasan akut dan ensefalitis fatal.
“Infeksi virus Nipah pada manusia berkisar dari tanpa gejala hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang mematikan,” tulis WHO dalam laporan resminya.
Pemahaman mengenai gejala virus Nipah menjadi sangat penting agar deteksi dini dapat dilakukan, terutama di wilayah yang berisiko atau memiliki riwayat wabah.
Apa Itu Virus Nipah dan Mengapa Berbahaya?
Virus Nipah (NiV) adalah virus zoonosis, yaitu virus yang menular dari hewan ke manusia. Menurut WHO dan Cleveland Clinic, virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar buah dari genus Pteropus, serta dapat menyebar melalui babi dan hewan lain.
“Virus Nipah dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan terkontaminasi, serta kontak dekat dengan pasien,” jelas Cleveland Clinic, dikutip Selasa (27/1).
Bahaya utama virus ini terletak pada tingkat fatalitasnya yang tinggi, yaitu sekitar 40 hingga 75 persen, tergantung pada kualitas sistem kesehatan dan kecepatan penanganan medis.
Gejala Virus Nipah Tahap Awal
Pada fase awal infeksi, gejala virus Nipah sering kali tidak spesifik dan mirip dengan flu biasa, sehingga kerap terlambat dikenali. WHO mencatat beberapa gejala awal yang umum muncul meliputi:
- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot (mialgia)
- Muntah
- Sakit tenggorokan
Sementara itu, Cleveland Clinic menambahkan bahwa pasien juga dapat mengalami:
- Batuk
- Diare
- Kelemahan tubuh yang parah
- Kesulitan bernapas
“Gejala biasanya dimulai dalam empat hingga 14 hari setelah terpapar virus, dengan demam dan sakit kepala sebagai keluhan pertama,” tulis laman Cleveland Clinic.
Karena gejala awal cenderung ringan dan tidak khas, banyak kasus virus Nipah baru terdiagnosis saat kondisi pasien sudah memburuk.
Gejala Berat: Ensefalitis dan Gangguan Pernapasan Akut
Pada sebagian pasien, infeksi dapat berkembang cepat menjadi kondisi berat. WHO menyebutkan bahwa gejala virus Nipah yang serius meliputi gangguan neurologis yang mengarah pada ensefalitis atau peradangan otak.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Pusing berat
- Mengantuk ekstrem
- Kebingungan
- Perubahan kesadaran
- Kejang
- Bicara cadel
- Koma
“Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang parah, berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam,” tulis WHO.
Selain gangguan saraf, virus Nipah juga dapat memicu pneumonia atipikal dan gangguan pernapasan akut yang berujung pada kegagalan napas.
Masa Inkubasi Virus Nipah
Masa inkubasi virus Nipah, yaitu rentang waktu dari paparan hingga munculnya gejala, umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari. Namun, WHO melaporkan bahwa masa inkubasi hingga 45 hari pernah terjadi.
Rentang waktu yang panjang ini membuat pelacakan kontak menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko penyebaran tanpa disadari.
Komplikasi Jangka Panjang pada Penyintas
Tidak semua pasien virus Nipah meninggal. Sebagian penyintas dapat pulih sepenuhnya, tetapi sekitar 20 persen mengalami komplikasi neurologis jangka panjang.
WHO mencatat beberapa komplikasi tersebut meliputi:
- Gangguan kejang berulang
- Perubahan kepribadian
- Gangguan kognitif
- Ensefalitis dengan onset tertunda
Cleveland Clinic juga menegaskan bahwa sejumlah kecil pasien yang telah sembuh dapat mengalami kekambuhan atau peradangan otak kembali di kemudian hari.
Mengapa Diagnosis Virus Nipah Sulit?
Salah satu tantangan terbesar dalam menangani virus Nipah adalah sulitnya diagnosis dini. WHO menyebutkan bahwa gejala virus Nipah pada fase awal sangat tidak spesifik, sehingga sering kali tidak langsung dicurigai.
“Tanda dan gejala awal tidak khas, sehingga diagnosis sering terlewat dan memperlambat respons wabah,” tulis WHO.
Diagnosis virus Nipah dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium seperti RT-PCR dan tes antibodi ELISA dari sampel cairan tubuh pasien.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Seseorang disarankan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala hebat, gangguan pernapasan, atau perubahan kesadaran, terutama bila:
- Baru bepergian ke wilayah dengan wabah virus Nipah
- Memiliki kontak dengan pasien terinfeksi
- Berinteraksi dengan hewan berisiko seperti kelelawar atau babi
Mengenali gejala virus Nipah sejak dini merupakan langkah krusial dalam mencegah dampak fatal. Dengan tingkat kematian yang tinggi dan belum adanya vaksin maupun obat khusus, kewaspadaan masyarakat dan tenaga medis menjadi kunci utama pengendalian wabah.
WHO menekankan pentingnya edukasi publik, pengendalian infeksi yang ketat, serta sistem surveilans yang kuat agar penyebaran virus Nipah dapat ditekan.




