Kita-Sehat.id
Kita-Sehat.id

© 2026 Kita-Sehat.id. Informasi Kesehatan Keluarga.

Sports

Baru Mau Mulai Lari? Ini Tips untuk Beginner agar Tidak Mudah Menyerah | Kita Sehat

Michael Siregar
15 Jul 2026
0 views
4 menit baca
Bagikan:
Baru Mau Mulai Lari? Ini Tips untuk Beginner agar Tidak Mudah Menyerah | Kita Sehat

Banyak orang memulai olahraga lari dengan semangat yang tinggi. Membeli sepatu baru, menyusun target, bahkan membayangkan bisa berlari beberapa kilometer dalam waktu singkat. Namun, tidak sedikit yang akhirnya berhenti setelah beberapa kali mencoba karena merasa cepat lelah, pegal, atau menganggap dirinya "tidak berbakat" untuk berlari.

Padahal, lari bukan tentang siapa yang paling cepat atau paling jauh. Lari adalah olahraga yang bisa dinikmati siapa saja, asalkan dimulai dengan cara yang tepat.

Jika Anda baru ingin memulai, berikut beberapa tips agar pengalaman pertama berlari terasa lebih menyenangkan dan membuat Anda lebih konsisten.

1. Jangan Langsung Menargetkan Jarak yang Jauh

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah ingin langsung berlari 5 hingga 10 kilometer. Tubuh yang belum terbiasa akan bekerja lebih keras sehingga risiko cedera dan kelelahan meningkat.

Mulailah dengan target sederhana, misalnya berlari selama 15–20 menit atau menempuh jarak 1–2 kilometer. Yang terpenting bukan seberapa jauh Anda berlari, tetapi membangun kebiasaan untuk tetap bergerak.

2. Tidak Apa-Apa Jika Harus Diselingi Jalan Kaki

Banyak orang mengira berhenti untuk berjalan berarti gagal. Faktanya, metode run-walk justru banyak direkomendasikan untuk pemula.

Cobalah pola sederhana seperti:

  • Jalan cepat 2 menit

  • Lari ringan 1 menit

  • Ulangi selama 20–30 menit

Cara ini membantu tubuh beradaptasi secara bertahap sekaligus mengurangi risiko kelelahan berlebihan.

3. Berlari dengan Kecepatan yang Nyaman

Anda tidak harus mengejar pace tertentu. Gunakan kecepatan yang masih memungkinkan Anda berbicara tanpa terengah-engah. Intensitas ini sering disebut sebagai easy pace dan sangat cocok untuk membangun daya tahan dasar.

Jika sejak awal berlari terlalu cepat, tubuh akan lebih cepat kehabisan energi dan pengalaman berlari menjadi kurang menyenangkan.

4. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Luangkan waktu sekitar 5–10 menit sebelum mulai berlari untuk berjalan santai atau melakukan gerakan dinamis seperti leg swing, high knees, atau arm circles.

Setelah selesai, lakukan pendinginan dengan berjalan perlahan selama beberapa menit dan peregangan ringan untuk membantu otot pulih lebih baik.

5. Gunakan Sepatu yang Nyaman

Anda tidak harus membeli sepatu lari paling mahal. Yang lebih penting adalah menggunakan sepatu yang sesuai ukuran, nyaman dipakai, memiliki bantalan yang baik, dan mampu menopang kaki saat berlari.

Sepatu yang tepat dapat membantu mengurangi tekanan pada lutut, pergelangan kaki, dan telapak kaki.

6. Dengarkan Sinyal dari Tubuh

Sedikit pegal setelah berolahraga adalah hal yang wajar, terutama ketika baru memulai. Namun, nyeri yang tajam, bengkak, atau rasa sakit yang terus berlanjut sebaiknya tidak diabaikan.

Berikan tubuh waktu untuk beristirahat jika memang diperlukan. Istirahat juga merupakan bagian penting dari proses latihan.

7. Fokus pada Konsistensi, Bukan Kecepatan

Tidak perlu berlari setiap hari. Bagi pemula, latihan sebanyak 2–3 kali dalam seminggu sudah cukup untuk membangun kebugaran secara bertahap.

Konsistensi jauh lebih penting dibandingkan latihan yang terlalu berat di awal. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin akan memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

8. Rayakan Setiap Kemajuan

Kemajuan dalam berlari tidak selalu diukur dari bertambahnya jarak atau semakin cepatnya waktu tempuh. Berhasil bangun pagi untuk berolahraga, menyelesaikan latihan tanpa menyerah, atau merasa napas lebih teratur juga merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Dengan menghargai proses, motivasi akan lebih mudah terjaga.

Kesimpulan

Memulai kebiasaan berlari tidak harus sempurna. Anda tidak perlu langsung berlari jauh, cepat, atau mengikuti kemampuan orang lain. Mulailah sesuai kondisi tubuh, tingkatkan secara bertahap, dan nikmati setiap prosesnya.

Ingat, tujuan utama di awal bukan menjadi pelari tercepat, melainkan membangun kebiasaan hidup yang lebih aktif dan sehat. Ketika dilakukan dengan sabar dan konsisten, setiap langkah kecil hari ini akan menjadi fondasi untuk kesehatan yang lebih baik di masa depan.

Referensi

American College of Sports Medicine. ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 11th Edition.

American Heart Association. Recommendations for Physical Activity in Adults.

World Health Organization (WHO). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. 2020.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Benefits of Physical Activity.

American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Running Injuries: Prevention and Treatment.

Perhatian Penting

Informasi di Kita-Sehat.id bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.

Tanya Kami di WhatsApp