Umum
Informasi kesehatan umum untuk semua kalangan — tips hidup sehat, pencegahan penyakit, dan kebiasaan sehat sehari-hari.

DBD atau Demam Biasa? Kenali Perbedaannya Sejak Dini | Kita Sehat
Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami oleh anak maupun orang dewasa. Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus yang dapat membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana di rumah. Namun, ada juga demam yang menjadi tanda Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Karena gejala awal DBD sering kali menyerupai demam biasa, banyak orang menganggapnya sebagai penyakit ringan dan baru mencari pertolongan ketika kondisi sudah memburuk. Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat untuk mengenali perbedaan antara DBD dan demam biasa agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Aturan 20-20-20: Cara Sederhana Mengurangi Mata Lelah Akibat Menatap Layar | Kita Sehat
Di era digital, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, laptop, tablet, atau ponsel. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat mata bekerja lebih keras sehingga memicu keluhan seperti mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, hingga sulit fokus. Salah satu cara sederhana yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi ketegangan mata adalah aturan 20-20-20. Meski terdengar sederhana, kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mata, terutama bagi mereka yang sering menggunakan perangkat digital. Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dengan memberikan waktu istirahat secara teratur selama menggunakan layar.

Waspada Debu Vulkanik! Ini Dampaknya bagi Kesehatan | Kita Sehat
Debu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel halus yang keluar saat gunung berapi erupsi dapat terbawa angin dan mencapai wilayah yang cukup jauh dari sumber letusan. Jika terhirup atau mengenai tubuh, debu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata. Kondisi ini menjadi perhatian di Indonesia, terutama ketika aktivitas gunung berapi meningkat. Saat ini, erupsi Anak Krakatau juga menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah dan mendorong imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Di Kita Sehat, penting bagi kita untuk memahami dampak debu vulkanik dan mengetahui cara melindungi diri ketika terjadi hujan abu.

Debu Vulkanik Mengintai, Begini Cara Melindungi Kesehatan | Kita Sehat
Erupsi gunung berapi tidak hanya menghasilkan lava dan material berukuran besar. Abu atau debu vulkanik yang terbawa angin juga dapat menyebar ke wilayah di sekitar gunung dan mengganggu kesehatan. Partikel halus ini dapat terhirup, masuk ke mata, maupun menempel pada kulit. Paparan debu vulkanik umumnya dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Bagi orang dengan kondisi pernapasan tertentu, paparan abu vulkanik juga dapat memperburuk gejala yang sudah ada. Di Kita Sehat, memahami cara melindungi diri dari debu vulkanik merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan, terutama ketika aktivitas gunung berapi meningkat.

Serangan Jantung pada Pria dan Wanita: Gejalanya Bisa Berbeda | Kita Sehat
Serangan Jantung pada Pria dan Wanita: Gejalanya Bisa Berbeda | Kita Sehat

Revenge Bedtime Procrastination: Rela Tidur Larut Demi "Balas Dendam" pada Kesibukan | Kita Sehat
Pernah sengaja menunda tidur meski tubuh sudah lelah? Mungkin hanya untuk menonton satu episode lagi, bermain media sosial, atau sekadar menikmati waktu sendiri setelah seharian sibuk. Kebiasaan ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination, yaitu menunda waktu tidur demi mendapatkan waktu luang yang terasa "hilang" akibat padatnya aktivitas sepanjang hari. Meski terdengar sepele, kebiasaan ini dapat mengurangi durasi tidur dan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental jika dilakukan terus-menerus. Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat untuk memahami mengapa kebiasaan ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya agar kualitas tidur tetap terjaga.

Kurus Tapi Kolesterol Tinggi? Ternyata Bisa Terjadi | Kita Sehat
Banyak orang mengira kolesterol tinggi hanya dialami oleh mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Padahal, seseorang yang bertubuh kurus juga bisa memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Karena tidak merasa berisiko, kondisi ini sering kali baru diketahui saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika tidak dikendalikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa berat badan bukanlah satu-satunya penentu kesehatan metabolik. Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat angka di timbangan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dari dalam melalui pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat.

Kencing Berbusa? Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal | Kita Sehat
Pernah melihat urine berbusa setelah buang air kecil? Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang biasa atau hanya akibat aliran urine yang deras. Padahal, jika urine berbusa terjadi berulang, bertahan lama, atau disertai keluhan lain, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal. Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan, serta mempertahankan protein penting agar tidak ikut terbuang melalui urine. Ketika fungsi penyaringan ginjal terganggu, protein dapat bocor ke dalam urine dan menyebabkan urine tampak lebih berbusa. Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan pada urine, karena kondisi ini dapat menjadi petunjuk awal adanya masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kopi vs Lambung: Apa yang Terjadi dalam 10 Menit Pertama? | Kita Sehat
Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah cara terbaik untuk memulai hari. Aroma yang khas dan kandungan kafeinnya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, tidak sedikit pula yang mengeluhkan perut terasa perih, mual, atau ingin buang air besar sesaat setelah minum kopi. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada lambung dalam beberapa menit pertama setelah minum kopi? Apakah kopi selalu berbahaya bagi lambung? Di Kita Sehat, kami mengajak masyarakat memahami respons alami tubuh terhadap kopi agar dapat menikmatinya dengan lebih bijak.

Weekly Recap: Sudah Berapa Gelas Air Putih Minggu Ini? | Kita Sehat
Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang lebih sering mengingat jadwal pekerjaan dibandingkan kebutuhan tubuh yang paling sederhana, yaitu minum air putih. Padahal, kekurangan cairan meski dalam jumlah ringan dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga performa fisik. Melalui Weekly Recap: Air Putih Challenge, Kita Sehat mengajak Anda meluangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi kebiasaan minum selama seminggu terakhir. Tantangan ini bukan tentang menjadi sempurna, melainkan membangun kebiasaan kecil yang berdampak besar bagi kesehatan.
