Kita-Sehat.id
Kita-Sehat.id

© 2026 Kita-Sehat.id. Informasi Kesehatan Keluarga.

Keluarga

Kapan Anak Harus Mulai ke Dokter Gigi? | Kita Sehat

Tim Gaya Hidup Sehat
12 Sep 2026
0 views
3 menit baca
Bagikan:
Kapan Anak Harus Mulai ke Dokter Gigi? | Kita Sehat

Kapan Anak Sebaiknya Pertama Kali ke Dokter Gigi?

Secara umum, anak dianjurkan melakukan kunjungan pertama ke dokter gigi ketika gigi

pertamanya mulai tumbuh atau paling lambat saat berusia 1 tahun.

Pada kunjungan awal, dokter gigi tidak selalu melakukan tindakan yang rumit. Dokter dapat

memeriksa kondisi gigi dan gusi, melihat apakah ada tanda awal kerusakan gigi, serta

memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan gigi anak.

Semakin dini anak mengenal dokter gigi, semakin besar peluang kunjungan tersebut menjadi

pengalaman yang positif dan tidak menakutkan.

Mengapa Tidak Perlu Menunggu Gigi Anak Bermasalah?

Gigi susu tetap perlu dirawat meskipun nantinya akan tanggal dan digantikan oleh gigi

permanen. Gigi susu membantu anak mengunyah makanan, berbicara, dan menjaga ruang

bagi pertumbuhan gigi permanen.

Kerusakan pada gigi susu yang dibiarkan dapat menyebabkan rasa sakit, mengganggu makan

dan tidur, serta berpotensi memengaruhi kesehatan gigi di kemudian hari.

Pemeriksaan rutin juga membantu dokter menemukan masalah sejak awal, ketika

penanganannya biasanya lebih sederhana.

Seberapa Sering Anak Perlu ke Dokter Gigi?

Setelah kunjungan pertama, jadwal pemeriksaan berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi

kesehatan gigi dan risiko karies pada anak.Sebagian anak mungkin cukup melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 6 bulan,

sementara anak dengan risiko masalah gigi tertentu dapat membutuhkan kunjungan yang lebih

sering sesuai anjuran dokter gigi.

Yang terpenting, jangan menjadikan dokter gigi sebagai tempat yang hanya didatangi ketika

anak sudah sakit.

Tanda Anak Perlu Segera Diperiksa

Selain pemeriksaan rutin, orang tua perlu membawa anak ke dokter gigi jika muncul

tanda-tanda seperti:

Gigi terlihat memiliki bercak putih, cokelat, atau hitam.

Anak mengeluhkan sakit atau ngilu pada gigi.

Gusi terlihat merah, bengkak, atau mudah berdarah.

Anak mengalami pembengkakan pada pipi atau area sekitar mulut.

Gigi patah atau mengalami cedera akibat jatuh atau benturan.

Anak kesulitan mengunyah karena merasa sakit.

Gigi susu tanggal terlalu dini atau mengalami masalah pertumbuhan.

Bau mulut terus-menerus meskipun kebersihan mulut sudah dijaga.

Jika anak mengalami pembengkakan yang cukup besar, demam, nyeri hebat, atau kesulitan

menelan dan bernapas, segera cari pertolongan medis.

Bagaimana Membuat Anak Tidak Takut ke Dokter Gigi?

Pengalaman pertama dapat memengaruhi cara anak memandang kunjungan ke dokter gigi.

Karena itu, orang tua dapat membantu dengan membuat suasananya lebih positif.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

Hindari menggunakan kata-kata seperti “sakit”

,

“disuntik”

, atau “dicabut” untuk

menakut-nakuti anak.

Jelaskan bahwa dokter gigi akan melihat dan membantu menjaga gigi tetap sehat.

Ajak anak membaca buku atau menonton cerita tentang kunjungan ke dokter gigi.

Biarkan anak membawa benda kesayangannya jika hal tersebut membuatnya lebih

nyaman.

Pilih dokter gigi yang terbiasa menangani pasien anak.

Berikan pujian setelah anak selesai menjalani pemeriksaan.

Orang tua juga sebaiknya tidak menunjukkan rasa takut atau cemas secara berlebihan di depan

anak. Sikap tenang dapat membantu anak merasa bahwa berkunjung ke dokter gigi adalah hal

yang normal.Perawatan Gigi Tetap Dimulai di Rumah

Kunjungan ke dokter gigi tidak menggantikan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sehari-hari.

Orang tua tetap memiliki peran penting dalam membangun rutinitas perawatan gigi anak.

Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, menggunakan pasta gigi

berfluoride dalam jumlah yang sesuai dengan usianya. Batasi makanan dan minuman tinggi

gula, serta ajarkan anak untuk tidak tidur sambil terus-menerus mengonsumsi minuman manis.

Semakin konsisten kebiasaan tersebut dilakukan sejak kecil, semakin mudah anak

mempertahankannya ketika tumbuh besar.

Kesimpulan | Kita Sehat

Anak tidak perlu menunggu sakit gigi untuk pertama kali bertemu dokter gigi. Pemeriksaan

pertama sebaiknya dilakukan ketika gigi pertama mulai tumbuh atau paling lambat saat anak

berusia 1 tahun.

Kunjungan sejak dini membantu mendeteksi masalah lebih cepat sekaligus memberikan

kesempatan bagi orang tua untuk mendapatkan panduan perawatan gigi yang tepat. Dengan

pemeriksaan rutin dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi sejak rumah, kesehatan gigi anak

dapat lebih terjaga hingga dewasa.

Referensi

American Academy of Pediatric Dentistry. Policy on the Dental Home. AAPD.

American Dental Association. Baby Teeth. ADA.

Centers for Disease Control and Prevention. Children’s Dental Health. CDC.

World Health Organization. Oral Health. WHO.

Perhatian Penting

Informasi di Kita-Sehat.id bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.

Artikel Terkait

Tanya Kami di WhatsApp