Main HP Bisa Memberi Beban Hingga 27 Kg pada Leher | Kita Sehat

Apa Maksud Beban 27 Kg pada Leher?
Kepala manusia rata-rata memiliki berat sekitar 4,5–5,5 kilogram. Dalam posisi tegak, berat tersebut dapat ditopang dengan baik oleh tulang belakang dan otot leher.
Namun, ketika kepala semakin menunduk untuk melihat layar ponsel, gaya tarik gravitasi membuat beban yang harus ditahan leher meningkat secara signifikan. Berdasarkan penelitian mengenai biomekanika tulang belakang, perkiraan beban pada leher adalah:
Menunduk sekitar 15°: beban sekitar 12 kg.
Menunduk sekitar 30°: beban sekitar 18 kg.
Menunduk sekitar 45°: beban sekitar 22 kg.
Menunduk sekitar 60°: beban sekitar 27 kg.
Semakin lama posisi ini dipertahankan, semakin besar pula tekanan pada otot, ligamen, dan sendi di area leher.
Apa Dampaknya Jika Terjadi Terus-Menerus?
Menunduk saat bermain ponsel sesekali umumnya tidak menimbulkan masalah serius. Namun, jika dilakukan berjam-jam setiap hari, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai keluhan, seperti:
Nyeri pada leher dan bahu.
Otot leher menjadi tegang.
Sakit kepala akibat ketegangan otot.
Nyeri punggung bagian atas.
Postur tubuh menjadi membungkuk.
Berkurangnya fleksibilitas leher.
Pada sebagian orang, kebiasaan ini juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena rasa pegal yang terus berulang.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Keluhan akibat text neck dapat dialami siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada:
Orang yang menggunakan ponsel lebih dari beberapa jam setiap hari.
Pekerja yang sering menggunakan laptop dan ponsel secara bergantian.
Pelajar atau mahasiswa yang banyak belajar melalui perangkat digital.
Gamer mobile.
Orang yang jarang melakukan peregangan.
Di Kita Sehat, kami percaya bahwa mengenali kebiasaan yang berisiko merupakan langkah awal untuk mencegah gangguan pada leher dan tulang belakang.
Bagaimana Cara Mengurangi Beban pada Leher?
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi tekanan pada leher saat menggunakan ponsel, antara lain:
Angkat ponsel hingga mendekati tinggi mata agar kepala tidak terlalu menunduk.
Hindari menggunakan ponsel dalam posisi membungkuk terlalu lama.
Lakukan peregangan leher dan bahu setiap 30–60 menit.
Duduk dengan punggung tetap tegak dan bahu rileks.
Batasi penggunaan ponsel secara terus-menerus tanpa jeda.
Perkuat otot leher, bahu, dan punggung melalui olahraga secara rutin.
Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada leher dalam jangka panjang.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila nyeri leher:
Berlangsung lebih dari beberapa minggu.
Menjalar hingga lengan atau tangan.
Disertai kesemutan atau kelemahan pada tangan.
Mengganggu aktivitas sehari-hari.
Terjadi setelah cedera atau benturan.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang tepat.
Kesimpulan | Kita Sehat
Menundukkan kepala saat bermain ponsel memang terlihat sebagai kebiasaan sederhana, tetapi posisi ini dapat meningkatkan beban pada leher hingga sekitar 27 kilogram ketika kepala menunduk sekitar 60 derajat. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memicu text neck, yaitu keluhan pada leher akibat postur yang buruk.
Di Kita Sehat, kami percaya bahwa menjaga kesehatan leher dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memperbaiki postur tubuh, membatasi penggunaan ponsel tanpa jeda, dan rutin melakukan peregangan. Kebiasaan kecil hari ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang di masa depan.
Referensi
Hansraj, K. K. (2014). Assessment of Stresses in the Cervical Spine Caused by Posture and Position of the Head. Surgical Technology International, 25, 277–279.
American Physical Therapy Association. Text Neck: Prevention and Treatment.
American Academy of Orthopaedic Surgeons. Neck Pain: Symptoms and Causes.
Mayo Clinic. Neck Pain – Symptoms and Causes.
Perhatian Penting
Informasi di Kita-Sehat.id bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.



