3 Vaksin Penting untuk Usia 25+: Jangan Tunggu Sakit Baru Ingat Imunisasi | Kita Sehat

Apakah Orang Dewasa Masih Perlu Vaksin?
Jawabannya, bisa iya. Vaksinasi pada orang dewasa tidak selalu berarti harus mengulang seluruh imunisasi sejak kecil. Dokter biasanya mempertimbangkan usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, pekerjaan, perjalanan, hingga faktor risiko lainnya.
Karena itu, istilah “vaksin wajib untuk usia 25+” sebaiknya tidak dipahami sebagai semua orang berusia 25 tahun harus mendapatkan tiga vaksin tertentu. Lebih tepatnya, ada beberapa vaksin yang penting untuk diperiksa statusnya dan dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Berikut tiga di antaranya.
1. Vaksin Influenza
Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang cukup ditunggu sampai sembuh. Padahal, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Vaksin influenza diberikan secara berkala karena perlindungan terhadap virus influenza dapat berubah mengikuti strain yang beredar.
Untuk orang dewasa, vaksin influenza umumnya diberikan satu kali setiap tahun.
Vaksin ini semakin penting untuk dipertimbangkan bagi orang yang:
Sering beraktivitas di tempat ramai
Banyak berinteraksi dengan orang lain
Bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan
Tinggal atau bekerja bersama orang yang rentan
Memiliki kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan risiko komplikasi flu
Jadi, usia 25+ bukan berarti sudah “terlambat” untuk vaksin flu. Justru, vaksinasi tahunan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga perlindungan diri sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang sekitar.
2. Vaksin Tdap atau Td
Pernah dengar tentang tetanus, difteri, dan pertusis?
Ketiganya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Perlindungan terhadap tetanus dan difteri juga perlu diperbarui secara berkala.
Untuk orang dewasa, rekomendasi imunisasi mencakup satu dosis Tdap, kemudian booster Td atau Tdap setiap 10 tahun. Vaksin juga dapat dibutuhkan dalam situasi tertentu, misalnya setelah mengalami luka tertentu.
Vaksin Tdap menjadi perhatian khusus bagi perempuan yang sedang hamil karena Tdap direkomendasikan pada setiap kehamilan untuk membantu memberikan perlindungan terhadap pertusis pada bayi melalui antibodi dari ibu.
Kalau sudah lupa kapan terakhir mendapatkan vaksin tetanus, usia 25+ bisa menjadi momen yang tepat untuk mengecek kembali riwayat imunisasi bersama tenaga kesehatan.
3. Vaksin HPV
Human papillomavirus atau HPV merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk beberapa jenis kanker.
Vaksin HPV paling optimal diberikan sebelum seseorang terpapar HPV, tetapi orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin tetap dapat membicarakan vaksinasi dengan tenaga kesehatan.
Pada orang dewasa muda, vaksin HPV masih direkomendasikan. Untuk usia 27–45 tahun, keputusan vaksinasi dilakukan melalui diskusi dengan tenaga kesehatan mengenai manfaat dan kondisi masing-masing.
Artinya, kalau sudah berusia 25 tahun dan belum pernah mendapatkan vaksin HPV, bukan berarti kesempatan untuk mendapatkan perlindungan sudah lewat.
Jangan Lupa Cek Riwayat Vaksinasi
Sebelum langsung melakukan vaksinasi, penting untuk mengetahui vaksin apa saja yang pernah diterima sebelumnya.
Kalau catatan imunisasi tidak lengkap atau sudah lupa, jangan langsung berasumsi bahwa vaksin tidak diperlukan. Tenaga kesehatan dapat membantu menentukan vaksin yang sesuai berdasarkan riwayat vaksinasi dan kondisi individu.
Beberapa vaksin lain juga dapat direkomendasikan untuk orang dewasa dalam kondisi tertentu, misalnya vaksin hepatitis A, hepatitis B, MMR, varicella, meningokokus, atau vaksin lainnya berdasarkan usia dan faktor risiko.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi?
Konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan dapat dipertimbangkan jika:
Tidak mengetahui riwayat vaksinasi sejak kecil
Belum pernah mendapatkan vaksin tertentu
Akan bepergian ke wilayah tertentu
Memiliki penyakit kronis atau kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh
Bekerja di lingkungan dengan risiko paparan penyakit tertentu
Sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil
Mengalami luka yang berisiko terhadap tetanus
Jangan lupa, kebutuhan vaksin setiap orang bisa berbeda. Vaksin yang direkomendasikan untuk satu orang belum tentu sama dengan orang lain.
Kesimpulan | Kita Sehat
Memasuki usia 25 tahun bukan berarti urusan vaksin sudah selesai. Justru, masa dewasa menjadi waktu yang tepat untuk mengecek kembali apakah perlindungan dari imunisasi masih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan.
Vaksin influenza, Tdap/Td, dan HPV merupakan beberapa vaksin yang penting untuk diperhatikan pada usia dewasa. Namun, bukan berarti ketiganya otomatis “wajib” untuk setiap orang berusia 25 tahun.
Jadi, daripada menunggu sakit atau baru mencari tahu ketika menghadapi kondisi tertentu, yuk mulai kenali riwayat vaksinasi dan konsultasikan kebutuhan imunisasi dengan tenaga kesehatan.
Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sakit, tetapi juga tentang mencegah sebelum terlambat.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Adult Immunization Schedule by Age. Updated July 2, 2025.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Recommended Vaccinations for Adults. Updated July 2, 2025.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Adult Immunization Schedule by Medical Condition and Other Indication.
Perhatian Penting
Informasi di Kita-Sehat.id bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.



