Kita-Sehat.id
Kita-Sehat.id

© 2026 Kita-Sehat.id. Informasi Kesehatan Keluarga.

Umum

Benarkah Karang Gigi Bisa Masuk ke Jantung? Ini Faktanya | Kita Sehat

Tim Gaya Hidup Sehat
3 Nov 2026
0 views
4 menit baca
Bagikan:
Benarkah Karang Gigi Bisa Masuk ke Jantung? Ini Faktanya | Kita Sehat

Apa Itu Karang Gigi?

Karang gigi atau tartar adalah plak gigi yang mengeras akibat mineral dalam air liur.

Plak sendiri merupakan lapisan lengket yang terbentuk dari bakteri, sisa makanan, dan zat lain yang menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengeras menjadi karang gigi.

Karang gigi tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa. Biasanya diperlukan tindakan scaling oleh dokter gigi untuk membersihkannya.

Masalahnya bukan hanya karang gigi yang terlihat. Penumpukan plak dan karang gigi dapat berkontribusi terhadap peradangan pada gusi.

Jadi, Apakah Karang Gigi Bisa Masuk ke Jantung?

Tidak. Karang gigi tidak masuk dan berpindah ke jantung.

Namun, kesehatan mulut memang memiliki hubungan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada kondisi tertentu, bakteri dari mulut dapat masuk ke aliran darah, terutama ketika terdapat infeksi atau peradangan pada jaringan gusi. Kondisi ini disebut bakteremia.

Pada sebagian besar orang sehat, bakteremia yang terjadi sementara dapat ditangani oleh sistem imun. Namun, pada orang dengan kondisi jantung tertentu, bakteri dari aliran darah dapat menjadi perhatian karena berisiko menyebabkan endokarditis infektif, yaitu infeksi pada lapisan bagian dalam jantung atau katup jantung.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukanlah karang gigi yang “masuk ke jantung”, melainkan hubungan antara infeksi mulut, bakteri dalam aliran darah, dan kondisi kesehatan tertentu.

Bagaimana Kesehatan Gigi Bisa Berkaitan dengan Jantung?

Hubungannya tidak sesederhana “karang gigi menyebabkan penyakit jantung”.

Penyakit gusi atau periodontitis merupakan infeksi dan peradangan pada jaringan yang menopang gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan bakteri dan produk peradangan berinteraksi dengan sistem tubuh.

Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara penyakit periodontal dan penyakit kardiovaskular. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa penyakit gusi secara langsung menjadi penyebab tunggal penyakit jantung.

Ada banyak faktor lain yang berperan dalam kesehatan jantung, seperti:

  • Merokok

  • Tekanan darah tinggi

  • Kolesterol tinggi

  • Diabetes

  • Pola makan

  • Kurang aktivitas fisik

  • Obesitas

  • Faktor genetik

Karena itu, menjaga kesehatan mulut sebaiknya menjadi bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan dianggap sebagai satu-satunya cara mencegah penyakit jantung.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Hubungan antara infeksi mulut dan jantung menjadi perhatian khusus bagi orang yang memiliki kondisi jantung tertentu, terutama mereka yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami endokarditis infektif.

Misalnya, orang dengan:

  • Katup jantung prostetik

  • Riwayat endokarditis infektif

  • Kelainan jantung tertentu

  • Kondisi jantung tertentu yang telah diperbaiki dengan material atau perangkat prostetik

Kelompok tersebut sebaiknya memberi tahu dokter gigi mengenai riwayat penyakit jantung sebelum menjalani tindakan tertentu.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antibiotik sebelum prosedur gigi untuk mencegah endokarditis. Namun, antibiotik pencegahan tidak diberikan kepada semua orang dan harus berdasarkan penilaian dokter.

Jangan Tunggu Sakit Gigi untuk ke Dokter Gigi

Karang gigi sering kali tidak langsung menimbulkan rasa sakit. Inilah yang membuat seseorang merasa tidak ada masalah meskipun sebenarnya sudah terdapat penumpukan karang gigi atau gangguan gusi.

Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi

  • Gusi bengkak atau kemerahan

  • Bau mulut yang menetap

  • Gusi mudah terasa sakit

  • Gigi terasa goyang

  • Gusi terlihat menyusut

  • Karang gigi semakin banyak

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya periksakan kondisi gigi dan gusi ke dokter gigi.

Bagaimana Cara Mencegah Karang Gigi?

Menjaga kesehatan gigi tidak harus rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi penumpukan plak.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

  2. Bersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau alat pembersih interdental.

  3. Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

  4. Hindari merokok.

  5. Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

  6. Jika sudah terdapat karang gigi, lakukan scaling sesuai anjuran dokter gigi.

Yang penting diingat, scaling bukan berarti gigi menjadi “ketagihan” dibersihkan. Justru, membersihkan karang gigi membantu mengendalikan penumpukan plak dan menjaga kesehatan gusi.

Kesimpulan | Kita Sehat

Jadi, benarkah karang gigi bisa masuk ke jantung?

Tidak. Karang gigi tidak berpindah ke jantung. Namun, kesehatan gigi dan gusi tetap memiliki kaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Infeksi dan peradangan pada gusi dapat memungkinkan bakteri masuk ke aliran darah. Pada orang dengan kondisi jantung tertentu, hal ini dapat menjadi risiko serius, termasuk endokarditis infektif.

Karena itu, jangan hanya menjaga kesehatan jantung dengan olahraga dan pola makan. Kesehatan mulut juga bagian dari kesehatan kita.

Mulai dari hal sederhana: sikat gigi dengan rutin, bersihkan sela gigi, jangan abaikan gusi yang sering berdarah, dan periksakan gigi secara berkala.

Referensi

American Dental Association. Gum Disease and Other Diseases.

American Heart Association. Infective Endocarditis.

Centers for Disease Control and Prevention. About Periodontal (Gum) Disease.

Mayo Clinic. Endocarditis – Symptoms and Causes.

World Health Organization. Oral Health.


Perhatian Penting

Informasi di Kita-Sehat.id bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang.

Artikel Terkait

Tanya Kami di WhatsApp